Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Jawa TengahNews

Kemarau Picu Kebakaran Hebat di Kota Tegal, Api Nyaris Lahap Permukiman Warga Slerok

120
×

Kemarau Picu Kebakaran Hebat di Kota Tegal, Api Nyaris Lahap Permukiman Warga Slerok

Sebarkan artikel ini
Kemarau Picu Kebakaran Hebat di Kota Tegal, Api Nyaris Lahap Permukiman Warga Slerok
banner 468x60

Tegal, penasuara.com – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pantai Utara (Pantura) di tengah musim kemarau kembali memicu insiden kebakaran yang mengancam keselamatan warga.

Hamparan alang-alang kering di lahan terbuka hijau kawasan Jalan Antareja, RT 002/RW 002, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, dilalap si jago merah hingga nyaris merembet ke permukiman padat penduduk.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Peristiwa yang sempat menimbulkan kepanikan tersebut terjadi ketika kobaran api dengan cepat membesar akibat kondisi vegetasi yang sangat kering, diperparah embusan angin kencang khas kawasan pesisir Pantura.

Baca juga :  Anggota Polsek Perak Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung Triwulan II Tahun 2026

Warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang berharga karena khawatir api merembet ke bangunan tempat tinggal.

Laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima oleh pusat kendali operasional Dinas Pemadam Kebakaran dari seorang warga bernama Guntur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, regu piket Mako Damkar segera bergerak cepat dengan mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya lokalisasi dan pemadaman secara intensif untuk mencegah kobaran api meluas ke area permukiman.

Baca juga :  Bentrokan Dua Kelompok di Menteng Renggut Satu Korban Jiwa, Polisi Selidiki Pemicu Utama

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musim kemarau membawa tingkat kerawanan kebakaran yang jauh lebih tinggi, terutama pada lahan yang dipenuhi semak dan alang-alang kering.

Kondisi tersebut dapat diperparah oleh embusan angin kencang yang membuat api dengan cepat berpindah ke area lain.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, serta memastikan tidak meninggalkan sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.

Baca juga :  Kisah Inspiratif Arifin Adrian: Putra Seorang Sopir Truk Sampah yang Sukses Menembus Seleksi Prajurit TNI

Kewaspadaan dan kepedulian bersama menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun menimbulkan kerugian material.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!