Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Tokoh

Fadli Zon : Setelah Menjadi Menteri Tetap Tak Lupa Pada Kawan Lama

46
×

Fadli Zon : Setelah Menjadi Menteri Tetap Tak Lupa Pada Kawan Lama

Sebarkan artikel ini
Fadli Zon : Setelah Menjadi Menteri Tetap Tak Lupa Pada Kawan Lama
banner 468x60

Benhil, penasuara.com – Silaturahmi sahabat dan kerabat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) jumpa kawan-kawan dari Fadli Zon Library, Jl. Danau Limboto No. 96 Jakarta Pusat, Senin malam, 20 Juli 2026 sungguh mengasyikkannya Setalah cukup berbicang-bincang seperlunya, acara ngobrol tentang spiritual yang cukup booming menampilkan syukuran sekaligus peringatan pertama perayaan Keyakinan Penghayat terhadap Tuhan Yang Maha Esa, di kediaman Dr. Yudi Latief, 19 Juli 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Obrolan serius tentang spiritual sepakat berlanjut di Coffe seberang jalan Danau Limboto berikut berbagai aspek yang dapat terus dikembangkan untuk masa depan Bangsa dan negara Indonesia yang sangat memerlukan therapy spiritual agar kerusakan dan pengkhianatan terhadap amanah rakyat seperti yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 dapat segera dinikmati.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Saat obrolan di coffe sedang asyik dan semakin serius, tiba-tiba staf ahli Menteri Kebudayaan mendapat telepon, bila Menteri akan datang. Secara spontan kawan-jawan GMRI ikut menyambut kedatangan Menteri sekitar pukul 10.00 malam untuk diminta pendapat mengenai acara besar yang akan segera dilaksanakan dari kerajaan yang ada di Bali.

Sementara acara konsultasi kawan-kawan dari Bali ini berlangsung, kerabat dan sahabat GMRI kembali menikmati kopi dan makanan ringan sambilI ulang ngobrol ngalur-ngidul untuk memanjangkan program launching “Kitab MA HA IS MA YA” paling lambat September 2026.

Baca juga :  Meneladani Integritas Artidjo Alkostar: Penegak Hukum Harus Berani Berdiri di Atas Keadilan

Tiba-tiba telepon masuk dari kawan Library Fadli Zon ih untuk minta bergabung, karena memang persahabatan antara Sri Eko Sriyanto Galgendu selaku Pemimpin Spiritual Nusantara dengan Fadli Zon sebagai tokoh budaya danng penyinta sejarah dan memiliki museum keris terbesar — panjang 13 mater ding Karena wajar, bila Sri Eko Srinyanto Galgendu berkomentar sangat terkesan pada sikap ugahari Fadli Zon — setelah menjabat Menteri — tetap tidak lupa dengan kawan lamanya.

Ekspresi itu tampak dari penerimaan Fadli Zon yang tidak formal memposisikan diri sebagai Menteri — tanpa agenda — mau menerima sahabat kerabat GMRI pada pukul 10.00 makan hingga menjelang saat sholat subuh bercerita sambil mendengar komentar tentang seluk-beluk spiritualitas yang dia sebut sebagai by on religius.

Bahkan ikhwal soal keris yang menjadi koleksi cukup banyak di Library Fadli Zon miliknya itu, lengkap dengan koleksi koran masa lalu, arca, kaca mata Soekarno dan Hatta, foto masa silam lebih darit seabad lalu juga ada dalam koleksi perpustakaan pribadi Fadli Zon.

Baca juga :  Advokat Rikha Permatasari: Hormati Putusan Hakim, Namun Jangan Biarkan Keadilan Menjadi Barang Mewah Bagi Rakyat Miskin

Nilai-nilai spiritual tentang keris pun mampu dibabar Fadli Zon dengan pemikiran ilmiah. Seperti ketika mulai hendak membuat keris itu tempo doeloe dimulai dengan tirakat, doa, mencari petunjuk yang terkait erat dan kuat dengan jiwa dan batin serta hubungan dengan sang pencipta yang menjadi energi kehidupan bagi manusia.

Atas dasar dedikasi, prestasi, reputasi yang dilakukan dengan serius, Fadli Zon dalam usia yang masih relatif muda, kelahiran Jakarta, 1 Juni 1971 wajar melalui sejumlah jabatan penting serta gelar terhormat Batagak Datuk Bojo Dirajo Nan Kuniang Fadli Zon SS.M.Sc, seperti yang tertulis indah dibawah foto bersama tokoh masyarakat adat Sumatra Barat yang terbingkai apik tergantung di ruang tamu Fadli Zon Library.

Begitulah informasigdut yang bisa diperoleh, dari sekitar 50.000 buku koleksi Fadli Zon Library, berikut naskah kuno, perangko, piringan hitam dan koran tempo dulu. Dan seabrek pengalaman dan jabatan yang pernah nya mulai dari Ketua HKTI (2015- 2020 dan 2020-2025), Ketua Ikatan Keluarga Besar Minangkabau (IKM) 2017-2019. Dan Ketua Umum Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) 2019-2024. Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 2008 sampai sekarang.

Baca juga :  Ketua Komisi III DPR RI Jangan Hanya Menjadi Penonton, Ingat Kursi Jabatanmu Lahir dari Kepercayaan Rakyat

Jabatan penting lainnya yang pernah dijabat Fadli Zon adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI (2014-2019). President Global Organization Parlementarians Against Corruption (GOPAC). Ketua Umum For Development di international Studies (1993-1996), Anggota Asian Conference on Religion and Peace (ICRP) 1996-1998. Danpengurus ICRP 1996-1998. Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia 2010-2015.

Setelah menjadi Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu,, tidak lupa dengan kawan lama, agaknya patut menjadi contDengan kebanggaan bagi aktivis dan tokoh, sehingga tak seperti kacang lupa dengan dengan kulitnya. Atau seperti tebu, habis manis, sepah dibuang. Yang menarik dan mengagumkan, pengetahuan dan pemahaman bahkan kecerdasan spiritualitas Fadli Zon sungguh luar biasa serta sangat mengagumkan.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!