Maluku,penasuara.com-Ratusan bahkan ribuan siswa dan siswi dari berbagai jenjang pendidikan di kabupaten Maluku Barat Daya, hingga saat ini belum mendapatkan akses Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat. Padahal, program ini ditujukan untuk mendukung sepenuhnya kebutuhan gizi anak sekolah guna menunjang pertumbuhan fisik serta kemampuan belajar mereka.
Berdasarkan pantauan media ini di lapangan, sekolah-sekolah di wilayah ini masih banyak yang belum merasakan apa itu makan bergizi gratis,padahal program ini murni dari presiden untuk anak anak Indonesia.
Sementara itu, tokoh pemuda asal MBD,.,dalam keterangannya mengatakan bahwa,
Maluku barat daya menghadapi tantangan besar dalam pelaksanaan program ini, mulai dari akses transportasi yang sulit, ketersediaan bahan pangan segar yang terbatas, hingga keterbatasan fasilitas pengolahan makanan di sekolah.
Hal ini menyebabkan wilayah Maluku barat daya belum masuk dalam daftar prioritas pelaksanaan tahap awal, meskipun demikian, kebutuhan masyarakat di sini dinilai sangat mandiri, pasalnya setiap murid yang ke sekolah membawa bekal sendiri.
Di Daerah propinsi Maluku bahkan di Jawa sudah mulai jalan program ini, kog di kabupaten Maluku barat daya blm?
Semestinya program ini dapat di rasakan oleh semua anak di indonesia,tapi sampai sekarang Maluku barat daya masih banyak sekolah yang belum dapat MBG.
Salah satunya di pulau kisar kabupaten Maluku barat daya bahkan pulau Wetar, Roma, masih bayak pulau pulau yang belum terjangkau akses MBG.
Kabupaten Maluku barat daya terdiri dari 17 kecamatan yang di pisahkan oleh lautan,kalaupun yang sudah jalan, di tiakur kabupaten,sudah sebagian, tapi di beberapa kecamatan belum tersentuh program ini sama sekali.
Sayang sekali, Sebagian masyarakat bertanya tanya, apakah Maluku barat daya masih masuk dalam Negara Kesatuan republik indonesia, apalagi daerah ini berbatasan langsung dengan negara demokratis Timor Leste.
Sementara itu, para orang tua dan tenaga pendidik berharap pemerintah pusat dapat sesegra mungkin memprioritaskan kabupaten Maluku barat daya dalam tahap perluasan program MBG selanjutnya.
Para orang tua menekankan bahwa pemenuhan gizi yang cukup merupakan hak dasar setiap anak, dan keterlambatan pelayanan ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kualitas kesehatan serta prestasi belajar para siswa di masa mendatang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian waktu yang jelas mengenai kapan Program Makan Bergizi Gratis dapat resmi berjalan dan menjangkau seluruh sekolah yang ada di kabupaten Maluku barat daya,Pihak terkait terus melakukan koordinasi dan kajian teknis guna mencari solusi terbaik yang sesuai dengan kondisi di wilayah ini,namun belum ada informasi yang jelas terkait program ini di MBD.
Oleh: . S.I.KOM.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















