Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
SosialSumatera Selatan

Libatkan Kaum Perempuan, Polres Ogan Ilir Luncurkan Gerakan “Emak-Emak Peduli Karhutla”

71
×

Libatkan Kaum Perempuan, Polres Ogan Ilir Luncurkan Gerakan “Emak-Emak Peduli Karhutla”

Sebarkan artikel ini
Libatkan Kaum Perempuan, Polres Ogan Ilir Luncurkan Gerakan “Emak-Emak Peduli Karhutla”
banner 468x60

Ogan Ilir, penasuara.com – Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir terus mematangkan strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Salah satu upaya terbaru adalah merangkul partisipasi aktif masyarakat melalui peluncuran gerakan “Emak-Emak Peduli Karhutla” di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, pada Jumat (25/9/26).

Program inovatif ini diprakarsai langsung oleh Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., sebagai langkah preventif berbasis komunitas. Mengusung semboyan “Emak Bergerak, Api Dicegah, Desa Terjaga,” inisiatif ini berfokus pada pemberdayaan perempuan di tingkat perdesaan, khususnya di kawasan rawan Karhutla.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

AKBP Rizka Aprianti menjelaskan bahwa gerakan ini menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader Posyandu, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jamaah pengajian, hingga ibu rumah tangga. Tujuannya menjadikan mereka sebagai pilar penting dalam deteksi dini potensi kebakaran.

“Melalui terobosan ini, kami berharap mitigasi Karhutla tidak lagi dipandang semata-mata sebagai tugas aparat, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif yang tumbuh dari lingkup keluarga dan lingkungan terkecil di desa,” ujar AKBP Rizka.

Dalam implementasinya, para perempuan yang tergabung dalam gerakan ini tidak ditugaskan untuk turun langsung memadamkan api. Peran mereka difokuskan sebagai sistem peringatan dini (early warning system).

Sembari menjalankan aktivitas sehari-hari, masyarakat diharapkan lebih peka memantau lingkungan sekitar. Indikasi yang perlu diwaspadai antara lain kepulan asap, aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkontrol, pembersihan lahan menggunakan api, atau kondisi lahan yang terlampau kering dan rawan terbakar.

Jika menemukan potensi bahaya, anggota gerakan dibekali prosedur pelaporan yang aman dan mudah, yakni metode “Satu Foto, Satu Lokasi.” Dari jarak yang aman, mereka diminta mendokumentasikan kejadian berupa foto atau video, mencatat titik koordinat lokasi, lalu meneruskannya kepada pemerintah desa serta petugas Bhabinkamtibmas setempat.

Laporan yang masuk akan segera diverifikasi oleh petugas, sehingga penanganan di lapangan oleh tim Satgas Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum api membesar.

Selain fungsi pengawasan, gerakan ini juga mengedepankan edukasi persuasif melalui pendekatan “Emak Tegur Emak.” Sosialisasi dan pesan-pesan pencegahan Karhutla disebarkan melalui forum-forum sosial masyarakat, seperti arisan, pengajian, dan kegiatan Posyandu.

Dialog yang dibangun dirancang sederhana namun menyentuh aspek kemanusiaan dan kesehatan, seperti mengingatkan dampak buruk kabut asap akibat Karhutla bagi kesehatan kelompok rentan, khususnya anak-anak dan warga lanjut usia.

Selaras dengan hal tersebut, program ini turut mengampanyekan gerakan “1 Rumah 1 Pencegah Api.” Setiap keluarga diajak berkomitmen untuk menerapkan praktik ramah lingkungan, di antaranya tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar, bijak dalam mengelola sampah rumah tangga, serta tanggap melaporkan potensi titik api kepada pihak berwenang.

Dengan keterlibatan aktif kaum perempuan di Ogan Ilir, diharapkan arus informasi mengenai titik panas (hotspot) maupun titik api (firespot) dapat diterima lebih cepat, sehingga potensi bencana Karhutla dapat ditekan secara maksimal. (Akm)

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!