Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Sumatera Selatan

Kelelahan Saat Menyeberang, Pelajar 17 Tahun Hanyut di Sungai Ogan, Tim SAR Gabungan Teruskan Pencarian

331
×

Kelelahan Saat Menyeberang, Pelajar 17 Tahun Hanyut di Sungai Ogan, Tim SAR Gabungan Teruskan Pencarian

Sebarkan artikel ini
Kelelahan Saat Menyeberang, Pelajar 17 Tahun Hanyut di Sungai Ogan, Tim SAR Gabungan Teruskan Pencarian
banner 468x60

Ogan Ilir, penasuara.com — Tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian terhadap seorang pelajar berusia 17 tahun yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Ogan, tepatnya di RT 02 Dusun I, Desa Sungai Pinang I, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Ogan Ilir. Korban yang diketahui bernama Wili Tabrani dilaporkan terseret arus pada Minggu (28/6/2026) petang.

​Operasi pencarian yang sempat terhenti karena kondisi gelap kembali dilanjutkan pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Tim gabungan yang turun ke lokasi terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Basarnas Provinsi Sumatera Selatan, Kepolisian, Pemerintah Desa, hingga dibantu oleh pihak keluarga dan warga setempat.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

Diketahui sebelumnya menurut keterangan saksi di lokasi kejadian yang juga merupakan rekan korban, M. Daffa Ilham (18) dan Gilang (18), insiden bermula pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban bersama tiga temannya (Daffa, Gilang, dan Fadi) tengah duduk bersantai di tepi Sungai Ogan.

Baca juga :  MAN 1 Palembang Sabet Enam Medali pada FIM ICO 2026 di MAN Insan Cendekia OKI

​Keempat remaja asal Desa Seridalam ini kemudian sepakat untuk berenang menyeberangi sungai menuju Desa Sungai Pinang I. Setibanya di seberang, mereka sempat bermain dan beristirahat di tepian sungai hingga pukul 17.30 WIB.

​Nahas, petaka terjadi saat mereka hendak kembali pulang. Sekitar pukul 18.00 WIB, keempatnya kembali berenang menyeberangi sungai menuju Desa Seridalam. Di tengah perjalanan, korban Wili diduga mengalami kelelahan dan kehabisan napas. Korban sempat meminta tolong kepada rekan-rekannya. Ketiga temannya telah berupaya memberikan pertolongan, namun karena arus Sungai Ogan yang saat itu cukup deras, korban terlepas dan akhirnya hanyut terbawa arus.

Baca juga :  Aksi Kejar-Kejaran di Subuh Buta: Polda Sumsel Cegat Fortuner Hitam Pembawa Ribuan Ekstasi dan Kartrid Narkotika

​Metode Pencarian Diperluas

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pendataan saksi dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta BPBD Ogan Ilir.

​Saat ini, operasi pencarian difokuskan menggunakan metode penelusuran dengan membaca arah arus sungai. Area pencarian telah diperluas dengan radius perkiraan mencapai jarak ±1 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

Baca juga :  Menakar Transparansi PPDB: Ketika 'Akurasi Jarak' di SMPN 1 Indralaya Mendadak Elastis

​Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Seluruh unsur SAR yang bertugas di lapangan menegaskan akan melakukan upaya maksimal dan bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian dan penyelamatan korban.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!