Ogan Ilir, penasuara.com — Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Ogan Ilir Bersatu menggelar aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (23/9/26) siang.
Aksi tersebut membawa empat tuntutan utama terkait percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pelaku pembakaran lahan tanpa kompromi.
Selain itu, mereka menuntut transparansi alokasi dana bantuan pusat untuk penanggulangan bencana, jaminan perlindungan dan pengobatan gratis bagi warga terdampak asap, serta pengadaan dan perbaikan sarana pencegahan karhutla di titik-titik rawan.
Massa aksi diterima langsung oleh Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., yang hadir menemui peserta unjuk rasa didampingi jajaran pejabat Pemkab Ogan Ilir.
Dalam dialog tersebut, Wabup Ardani menyampaikan apresiasinya atas aspirasi dan kepedulian para mahasiswa serta masyarakat terhadap penanganan bencana karhutla. Pihaknya mengakui bahwasanya kondisi kemarau tahun ini cukup ekstrem sesuai dengan peringatan dini BMKG.
“Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama seluruh OPD, TNI, Polri, dan pihak swasta terus berupaya maksimal di lapangan untuk menanggulangi karhutla. Mengenai dampak kesehatan, kami memprioritaskan penanganan medis dan penjaminan bantuan bagi masyarakat yang mengalami ISPA,” ujar Ardani di hadapan massa aksi.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Ilir, Dicky Syailendra, S.Sos., M.Si., bersama Asisten I Ibnu Hardi, S.Sos., M.Si., juga telah menemui massa untuk menyampaikan langkah-langkah teknis penanganan yang sedang berjalan.
Dicky menjelaskan bahwa Satgas Karhutla dan BPBD Ogan Ilir telah mendirikan posko-posko penanggulangan serta membuat sumur bor di berbagai titik rawan kekeringan.
Mengenai anggaran penanganan sebesar Rp15 miliar, pihak Pemkab telah mendiskusikannya bersama Bupati untuk penyediaan peralatan, armada, logistik, pembuatan sumur bor tambahan, hingga layanan kesehatan gratis.
“Kami terus berupaya sekuat tenaga. Kendati di lapangan masih dijumpai berbagai keterbatasan dan kendala teknis, kami berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat Ogan Ilir,” kata Dicky.
Jalannya aksi penyampaian pendapat ini mendapat pengawalan terpadu dari personel Polres Ogan Ilir dan Polsek Indralaya di bawah kendali Kabag Ops Polres Ogan Ilir AKP Alias Suganda, S.H., M.Si., serta dibantu personel Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















