Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Sumatera Selatan

Diterjang Angin Kencang, Sebagian Tenda Resepsi Pernikahan di Ogan Ilir Ambruk, Nihil Korban Jiwa

377
×

Diterjang Angin Kencang, Sebagian Tenda Resepsi Pernikahan di Ogan Ilir Ambruk, Nihil Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini
Diterjang Angin Kencang, Sebagian Tenda Resepsi Pernikahan di Ogan Ilir Ambruk, Nihil Korban Jiwa
banner 468x60

Ogan Ilir, penasuara.com — Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Ogan Ilir menyebabkan sebagian tenda resepsi pernikahan di Dusun IV RT 008, Desa Sejangko II, Kecamatan Rantau Panjang, ambruk pada Sabtu (8/8/26). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini sempat menimbulkan kepanikan, namun dipastikan tidak memakan korban jiwa maupun korban luka.

​Tenda hajatan tersebut diketahui milik warga setempat bernama Fauzi (53), seorang buruh harian lepas yang tengah melangsungkan resepsi pernikahan keluarganya.

Advertisment
banner 300x600
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Kapolsek Tanjung Raja, AKP Sondi Fraguna, S.H., M.Si., membenarkan adanya peristiwa tersebut setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

​”Dari kejadian tersebut dipastikan nihil korban jiwa maupun luka. Musibah ini murni hanya menimbulkan kerugian materiel,” jelas AKP Sondi Fraguna dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (8/8/26).

​Kronologi Kejadian

​Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Muhammad Nazir dan Fauzi, musibah bermula saat hembusan angin yang sangat kencang tiba-tiba menerjang area resepsi. Kuatnya terpaan angin membuat tiang penyangga utama tenda menjadi goyah. Tak lama setelahnya, kerangka besi beserta terpal pada sebagian tenda tersebut ambruk ke tanah.

​Beruntung, insiden ini terjadi saat kondisi di bawah tenda sedang sepi dari aktivitas keramaian. Jam makan siang telah usai dan sebagian besar tamu undangan sudah pulang meninggalkan lokasi acara. Hanya tersisa beberapa pihak keluarga yang tengah beristirahat di area yang aman dari jatuhan material tenda.

​Gotong Royong dan Kerugian Materiel

​Sesaat setelah kejadian, kepanikan berhasil diredam. Warga setempat bersama keluarga dan panitia hajatan segera menunjukkan aksi solidaritas dengan bergotong royong. Mereka bahu-membahu mengevakuasi barang-barang yang tertimpa tenda, seperti kursi, panggung, hingga peralatan katering, guna mencegah kerusakan yang lebih parah.

​Meski tidak ada korban manusia, kerugian materiel akibat peristiwa ini cukup signifikan. Pihak berwenang menaksir kerugian mencapai Rp20.000.000,- (dua puluh juta rupiah), yang meliputi kerusakan pada kerangka besi tenda, terpal, serta sejumlah perabotan hajatan.

​Faktor Cuaca dan Geografis

​Menurut catatan kepolisian, kondisi angin di wilayah tersebut memang bertiup cukup kencang dalam beberapa hari terakhir. Letak geografis Desa Sejangko II yang sebagian besar merupakan area persawahan terbuka turut menjadi faktor pemicu. Minimnya pepohonan berukuran besar di kawasan tersebut membuat laju angin tidak terhalang, sehingga intensitas hembusannya menjadi lebih kuat saat menerjang area permukiman.

​Meski angin berhembus kencang hingga merobohkan tenda besi, pihak Polsek Tanjung Raja memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada bangunan atau permukiman penduduk di sekitar lokasi yang ikut terimbas atau mengalami kerusakan.

Catatan Redaksi

Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!