Pemalang, penasuara.com – Indonesia kembali mendapat apresiasi dari warga dunia. Kali ini, pujian datang dari Arezoo Eskandari (35), seorang pesepeda perempuan asal Iran yang tengah menjalani perjalanan keliling Asia dengan membawa pesan persahabatan dan perdamaian antarbangsa.
Saat singgah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2026), Arezoo mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap Indonesia. Dari enam negara yang telah ia jelajahi selama tujuh bulan terakhir, Indonesia menjadi destinasi yang paling membekas di hatinya.
“Selama perjalanan ini saya telah melewati enam negara, tetapi negara terbaik bagi saya adalah Indonesia karena masyarakatnya sangat hangat, ramah, dan penuh keramahan,” ujar Arezoo.
Sebelum memasuki Indonesia, Arezoo telah mengayuh sepedanya melintasi China, Vietnam, Laos, Thailand, dan Malaysia. Namun menurutnya, pengalaman yang ia rasakan di Indonesia memiliki keunikan tersendiri yang sulit ditemukan di negara lain.
Keramahan masyarakat yang ditemuinya sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju Jawa Tengah menjadi kenangan yang paling berharga. Sambutan hangat dari warga, senyum yang tulus, hingga interaksi sederhana di sepanjang perjalanan memberikan kesan mendalam bagi perempuan petualang tersebut.
“Saya sangat menyukai orang Indonesia,” tuturnya dengan penuh antusias.
Kehadiran Arezoo di Pemalang menarik perhatian masyarakat, khususnya para pecinta olahraga sepeda. Saat mengikuti kegiatan Car Free Day di kawasan City Walk Pemalang, ia disambut ratusan pesepeda dan warga yang antusias ingin berkenalan, berbincang, hingga mengabadikan momen bersama.
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan tersebut. Bagi banyak peserta, kehadiran Arezoo menjadi inspirasi tentang semangat keberanian, ketekunan, serta pentingnya membangun persahabatan lintas budaya melalui perjalanan.
Perjalanan Arezoo sendiri merupakan bagian dari ekspedisi keliling Asia yang direncanakan berlangsung selama satu tahun. Setelah menyelesaikan petualangannya di Indonesia, ia berencana melanjutkan perjalanan menuju Bali sebelum meneruskan rute ke India, Nepal, Pakistan, Tajikistan, Kirgistan, dan kembali ke Iran melalui Turki.
Perjalanan panjang yang ditempuh Arezoo tidak hanya menjadi tantangan fisik, tetapi juga sarana untuk mengenal berbagai budaya, mempererat hubungan antarbangsa, serta menyebarkan pesan perdamaian melalui cara yang sederhana namun bermakna.
Kisah Arezoo menjadi bukti bahwa keramahan masyarakat Indonesia mampu meninggalkan jejak positif di hati para pelancong dunia, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negeri yang terbuka, bersahabat, dan penuh kehangatan.
Catatan Redaksi
Bagi pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan pemberitaan kami, Anda berhak menyampaikan Hak Jawab atau Hak Koreksi sesuai dengan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sanggahan atau koreksi tersebut dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp yang tertera pada Kontak Redaksi.















